NEWS


Sambut Hari Batik Nasional Dengan Bincang Santai Tentang Batik

21 November 2019

Sambut Hari Batik Nasional Dengan Bincang Santai Tentang Batik

Selasa, 1 Oktober 2019 lalu, Batik Keris mengadakan Bincang Santai tentang Batik yang dihadiri tokoh-tokoh Batik dan Batik Keris Lovers di Roemahkoe Heritage, Solo dalam rangka menyambut Hari Batik Nasional.

Narasumber pada malam itu adalah Ibu Nina Akbar Tandjung, Pemerhati dan Pelestari Batik Indonesia sekaligus pemilik Roemahkoe Heritage yg menjadi venue acara tersebut.

Selain itu, hadir juga sebagai narasumber yaitu Fariz Harjanto (Pelestari batik Indonesia ). Beliau adalah seorang dosen muda di i3el - Indonesia International Institute for Life Sciences - School of Business.

Lalu, Djongko Raharjo, Fashion Designer berbakat kota Solo yang telah berkarya sejak kecil.Tangan dinginnya telah menghasilkan karya-karya cantik untuk Batik Keris.

Melalui dialog batik ini, diharapkan akan semakin membuka wawasan akan asal usul batik serta nilai - nilai dari budaya batik itu sendiri.

Sejak pengukuhan batik menjadi warisan budaya Indonesia, perkembangan batik di Indonesia makin pesat. Berbagai macam batik dengan motif-motif baru serta corak dengan warna yang lebih menarik semakin bertambah.

Batik menjadi salah satu kain wastra terbaik yang dimiliki Indonesia. Hampir setiap wilayah di Indonesia mempunyai batik dengan ciri khas dan kearifan lokalnya masing-masing. Batik juga menjadi refleksi akan keberagaman budaya Indonesia yang terlihat dari sejumlah motifnya.

UNESCO mengakui bahwa batik merupakan sebagai warisan dunia, karena memenuhi kriteria, antara lain kaya akan simbol dan makna filosofi kehidupan. Dilansir dari situs UNESCO, teknik, simbiolisme, serta budaya terkait batik dianggap melekat dengan kebudayaan Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel tanggal 2 Oktober 2019 :

Peringatan Hari Batik Nasional di Gedung Djoeang'45 Solo

Seperti yang Batik Keris Lovers ketahui, sejarah Hari Batik Nasional yang diperingati setiap tahunnya pada 2 Oktober, berawal saat batik masuk dalam Daftar Perwakilan Warisan Budaya Tak-benda United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) pada tahun 2009 silam.

Pengakuan dari UNESCO ini adalah alasan masyarakat Indonesia menetapkan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional. Bertepatan dengan hal tersebut, pada hari Rabu 2 Oktober 2019, Batik Keris sukses menyelenggarakan Peringatan Hari Batik Nasional di Gedung Djoeang'45, Solo.

Beragam rangkaian acara menarik tersaji apik, mulai dari pertunjukkan seni tari, proses pembuatan batik tulis yang dapat langsung disaksikan oleh para undangan, melukis boneka kayu (menong) dan miniatur hewan yang dibuat langsung selama event, kerajinan cukit serta tenun dari para UMKM.

Fashion show koleksi - koleksi terbaru dari Batik Keris yang diperagakan bukan hanya oleh model profesional, akan tetapi juga diperagakan oleh Batik Keris Lovers dari Solo, Surabaya, Bandung dan Jakarta menjadi highlight kemeriahan malam itu.

Tidak ketinggalan, pertunjukan dari karyawan Batik Keris dan pelepasan balon bersama menambah keceriaan prosesi acara malam itu. Di dalam rangkaian acara ini juga dipamerkan aneka foto dari masa ke masa, dan live mannequin yang mengenakan beberapa koleksi Batik Keris, salah satunya koleksi yang digunakan pada peragaan busana di Paris pada tahun 1970.

Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kehadiran dari seluruh pengisi acara, para tamu undangan yang telah berkenan hadir, dan tentunya Batik Keris Lovers yang sudah support acara ini sehingga dapat berjalan dengan baik.

Harapan Batik Keris melalui perhelatan ini, terlantun harapan kami untuk membawa semangat kepada masyarakat Indonesia akan cinta budaya bangsa khususnya budaya batik dan kerajinan Nusantara.

 

 

1 52

Sambut Hari Batik Nasional Dengan Bincang Santai Tentang Batik

21 November 2019

Sambut Hari Batik Nasional Dengan Bincang Santai Tentang Batik

Selasa, 1 Oktober 2019 lalu, Batik Keris mengadakan Bincang Santai tentang Batik yang dihadiri tokoh-tokoh Batik dan Batik Keris Lovers di Roemahkoe Heritage, Solo dalam rangka menyambut Hari Batik Nasional.

Narasumber pada malam itu adalah Ibu Nina Akbar Tandjung, Pemerhati dan Pelestari Batik Indonesia sekaligus pemilik Roemahkoe Heritage yg menjadi venue acara tersebut.

Selain itu, hadir juga sebagai narasumber yaitu Fariz Harjanto (Pelestari batik Indonesia ). Beliau adalah seorang dosen muda di i3el - Indonesia International Institute for Life Sciences - School of Business.

Lalu, Djongko Raharjo, Fashion Designer berbakat kota Solo yang telah berkarya sejak kecil.Tangan dinginnya telah menghasilkan karya-karya cantik untuk Batik Keris.

Melalui dialog batik ini, diharapkan akan semakin membuka wawasan akan asal usul batik serta nilai - nilai dari budaya batik itu sendiri.

Sejak pengukuhan batik menjadi warisan budaya Indonesia, perkembangan batik di Indonesia makin pesat. Berbagai macam batik dengan motif-motif baru serta corak dengan warna yang lebih menarik semakin bertambah.

Batik menjadi salah satu kain wastra terbaik yang dimiliki Indonesia. Hampir setiap wilayah di Indonesia mempunyai batik dengan ciri khas dan kearifan lokalnya masing-masing. Batik juga menjadi refleksi akan keberagaman budaya Indonesia yang terlihat dari sejumlah motifnya.

UNESCO mengakui bahwa batik merupakan sebagai warisan dunia, karena memenuhi kriteria, antara lain kaya akan simbol dan makna filosofi kehidupan. Dilansir dari situs UNESCO, teknik, simbiolisme, serta budaya terkait batik dianggap melekat dengan kebudayaan Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel tanggal 2 Oktober 2019 :

Peringatan Hari Batik Nasional di Gedung Djoeang'45 Solo

Seperti yang Batik Keris Lovers ketahui, sejarah Hari Batik Nasional yang diperingati setiap tahunnya pada 2 Oktober, berawal saat batik masuk dalam Daftar Perwakilan Warisan Budaya Tak-benda United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) pada tahun 2009 silam.

Pengakuan dari UNESCO ini adalah alasan masyarakat Indonesia menetapkan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional. Bertepatan dengan hal tersebut, pada hari Rabu 2 Oktober 2019, Batik Keris sukses menyelenggarakan Peringatan Hari Batik Nasional di Gedung Djoeang'45, Solo.

Beragam rangkaian acara menarik tersaji apik, mulai dari pertunjukkan seni tari, proses pembuatan batik tulis yang dapat langsung disaksikan oleh para undangan, melukis boneka kayu (menong) dan miniatur hewan yang dibuat langsung selama event, kerajinan cukit serta tenun dari para UMKM.

Fashion show koleksi - koleksi terbaru dari Batik Keris yang diperagakan bukan hanya oleh model profesional, akan tetapi juga diperagakan oleh Batik Keris Lovers dari Solo, Surabaya, Bandung dan Jakarta menjadi highlight kemeriahan malam itu.

Tidak ketinggalan, pertunjukan dari karyawan Batik Keris dan pelepasan balon bersama menambah keceriaan prosesi acara malam itu. Di dalam rangkaian acara ini juga dipamerkan aneka foto dari masa ke masa, dan live mannequin yang mengenakan beberapa koleksi Batik Keris, salah satunya koleksi yang digunakan pada peragaan busana di Paris pada tahun 1970.

Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kehadiran dari seluruh pengisi acara, para tamu undangan yang telah berkenan hadir, dan tentunya Batik Keris Lovers yang sudah support acara ini sehingga dapat berjalan dengan baik.

Harapan Batik Keris melalui perhelatan ini, terlantun harapan kami untuk membawa semangat kepada masyarakat Indonesia akan cinta budaya bangsa khususnya budaya batik dan kerajinan Nusantara.